Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MAKALAH PERAN DEKOMPOSER DALAM KESUBURAN TANAH

Konten [Tampil]

MAKALAH PERAN DEKOMPOSER DALAM KESUBURAN TANAH

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan berbgai komponen di dalamnya. Komponen tersebut seperti biologi, kimiawi, atau fisika. Banyak yang menduga bahwa kesuburan tanah sama dengan kesehatan tanah, namun hal tersebut berbeda.

Diambil dari situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kesehatan tanah lebih diartikan sebagai suatu kondisi atau keadaan tanah yang endukung serta menjamin tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ciri-ciri tanah subuh antara lain memiliki lapisan humus tebal yaitu suatu tanah yang dapat subur dilihat dari ketebalan bunga tanah atau humus. Semakin tebal maka tanah tersebut kaya dengan lapisan bahan organik dan unsur hara. Sehingga tanaman bisa menyerap zat hara tersebut sehingga bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis. Ketersediaan humus juga sebagai tanda bahwa sistem drainase.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan Dekomposer ?
  2. Apa saja manfaat Dekomposer ?
  3. Apa saja peran Dekomposer bagi kesuburan tanah ?

C. Tujuan

  1. Mengetahui lebih lanjut mengenai dekomposer
  2. Megetahui manfaat dari dekomposer
  3. Mengetahui peranan dekomposer terhadap kesuburan tanah

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Dekomposer

Dekomposer dapat juga disebut sebagai organisme pemakaian bangkai, contoh organisme dekomposer adalah bakteri pembusuk dan jamur. Dekomposer marupakan organisme mati dan produk-produk limbah dari organisme lain. Pengurai ini membantu siklus nutrisi kembali ke ekosistem. Organisme yang tergolong penting ini mengkonsumsi bahan organik, mengubah zat kembali ke bentuk anorganik mereka. Adapun bahan anorganik, mengubah zat kembali ke bentuk anorganik mereka. Adapun bahan anorganik yang dikembalikan ke lingkungan oleh pengurai antara lain fosfat, karbondioksida dan ammonium.

Penggunaan dekomposer bahan organik dimaksudkan untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik terutama sisa tanamanan berkayu, limbah rumah tangga maupun limbah kandang ternak untuk  melakukan desinfektasi bahan kompos sehingga pupuk organik atau kompos yang dihasilkan bebas dari mikroorganisme pathogen, ektoparasit, biji gulma dan tidak berbau busuk. Dekomposer bahan organik mengandung koloni mikroorganisme yang difiksasi dari alam berupa fungsi dan bakteri. Koloni mikroorganisme tersebut meliputi koloni mikroorganisme selulolitik, amilolitik, lignolitik, dan mikroorganisme nitrogen fiksasi non simbiotik.

Dekomposer bahan organik sering digunakan dalam pembuatan pupuk organik dalam pembuatan pupuk organik dengan bahan baku limbah kandang ternak baik ternak unggas serta sisa-sisa pakan. Bahan organik tersebut didekomposisikan sedemikian rupa sehingga melewati proses desinfektasi dengan bantuan proniotik, yang akhirnya berubah menjadi pupuk organik yang berkualitas baik. Dekomposer mempercepat proses penguraian bahan organik organik yang dapat secara langung dimanfaatkan oleh tanaman.

Pilihan penggunaan dekomposer dalam pengomposan bahan organik tentunya sangat menarik petani yang dinilai dari cara kerjanya yang efektif, efisiensi dan mudah dalam mengaplikasinya. Dekomposer dapat diperoleh dengan  baik secara komersial atau buatan pabrik bahkan dapat diperoleh dengan mudah baik secara komersial atau buatan pabrik bahkan dapat dibantu dengan cara alami yang sederhana, yang dikenal dengan dekomposer lokal.

Pembenahan tanah melalui penggunaan dekomposer dapat mempercepat pemulihan kulitas tanah. Penggunaan dekomposer dinilai mampu mengubah sifat fisik, kimia, dan biologi tnah sehingga produktivitas tanah menjadi optimum dan berfungsi juga dalam hal konservasi tanah.

B. Manfaat Dekomposer untuk Kesuburan Tanah

Dekomposer menggunakan organisme yang sudah mati sebagai sumber nutrisimereka. Contoh-contoh organisme yang tergolong dekomposer : bakteri, fungsi, dan cacing (Hidayat, 2013).

Populasi mikroba tanah yang terdiri atas alga biru-hijau, fitoplankton, bakteri, cedawan, dan aktinomisetes. Pada permukaan dan lapisan oleh tanah mencapai puluhan juta setiap gram tanah. Yang merupakan bagian integral dan pebentukan kesuburan tanah pertanian. Proses daur ulang secara alamiah di permukaan dan lapisan oleh tanah yang sangat penting. Bagi kegiatan pertaian tidak terjadi tanpa aktivitas mikroba.

Manfaat Dekomposer atau Mikroba yaitu dalam usah pertanian belum disadari sepenuhnya. Bahkan sering diposisikan sebagai komponen habutat yang merugikan. Karena pandnagan umum terhadap mikroba lebih terfokus scara selektif. Pada mikroba patogen yang menimbulkan penyakit pada tanaman (Najata, 2013).

Mikroorganisme perombak bahan organik merupakan aktivator biologis yang tumbuh alami atau sengaaja diinokulasikan untuk mempercepat pengomposan dan meningkatkan mutu kompos. Jumlah dan jenis mikroorganisme turut menentukan keberhasilan proses dekomposisi atau pengomposan. Di dalam ekosistem, mikroorganisme perombak bahan organik memegang peranan penting. Karena sisa organik yang telah mati diurai menjadi unsur-unsur yang mati diurai menjadi unsur-unsur yang dikembalikan ke dalam tanah. Dalam bentuk hara mineral nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Dekomposer banyak digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi sisa-sisa tanaman yang banyak mengandung lignin atau komponen penyusun utama dari dinding sel tumbuhan dan selulosa. Untuk meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah. Disamping itu, penggunaannya dapat meningkatkan biomas. Dan aktivitas mikroba tanah mengurangi penyakit, larva insek, biji gulma, dan volume bahan buangan. Sehingga dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah (Najata, 2013).

Mikroba perombak dapat dijual dipasaran, yaitu dengan merk EM4, stardec, merk monodon dan banyak lainnya. Beberapa merk tersebut dipasaran menyebutnya bioaktivator atau dekomposer. Kandungan EM4 adalah bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Kandungan stardec adalah kaloni bakteri, pengaktif mikroba tanah, lignolitik, selulotik, proteolitik, aminolitik dan mikroba fiksasi N non simbiotik. Kandungan monodon adalah bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp., Rhizobium sp., Azobacter sp., Actinomycetes sp., Bacillus sp., Ragi dan enzim-enzim tanah.

Fungsi perombak bahan organik umumnya mempunyai kemampuan yang lebih baik dibanding bakteri dalam mengurai sisa-sisa tanaman (hemiselulosa, selulosa dan lignin). Umumnya mikroba yang mampu mendegradasi selulosa juga mampu mendegradasi hemiselulosa (Najata, 2013).

Terdapat beberapa ciri tanah subur, yaitu :

a. Memiliki Lapisan Humus Tebal

Suatu tanah yang subur dapat dilihat dari ketebalan bunga tanah atau humus. Semakin tebal maka tanah tersebut kaya dengan bahan organik dan unsur hara. Sehingga tanaman bisa menyerap zat hara tersebut sebagai bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis. Ketersediaan humus juga sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar cukup baik. Humus yang tebal akan meningaktkan daya isap tanah terhadap air. Hal ini disebabkan struktur lapisan humus berrongga sehingga air dapat masuk lebih banyak.

b. Memiliki PH yang Netral

Tanah yang baik memiliki tingkat keasaman yang seimbang. Untuk diketahui, PH normal tanah berada di kisaran 6-8 atau kondisi terbaik memiliki PH 6,5 sampai 7,5. Tanah dengan tingkat PH netral memungkinkan untuk tersedianya berbagai unsur kimiawi tanah yang seimbang. Untuk tanah yang terlalu asam diperlukan proses pengapuran yang tujuannya untuk proses pengdapan yang tujuannya untuk mengembalikan PH tanah ke kondisi netral. Begitu juga dengan tanah yang terlalu basa atau PH lebih dari 8 perlu diberikan sulfur atau belerang yang terkandung pada pupuk amonum sulfat (ZA). Dengan PH netral, tumbuhan akan lebih mudah menyerap ion unsur hara dan menjaga perkembangan mikroorganisme tanah.

c. Memiliki Tekstur Lempung

Tanah subur akan berstruktur lempung yang berfungsi untuk mengikat berbagai mineral. Sehingga tidak mudah hanyut terbawa air. Kadar lempung harus normal dan biasanya terletak pad lapisan tanah tengah. Selain itu juga memiliki kandungan pasir yang mencukupi, manfaatnya supaya memungkinkan terjadinya drainase dan air dapat terserap ke dalam tanah dengan baik.

d. Kaya dengan Biota Tanah

Makhluk hidup berukuran kecil yang ada di tanah sebagai tanda bahwa di dalam tanah terdapat berbagai bahan organik yang dibutuhkan mikroorganisme. Sehingga mikrofauna dan mikroflora berperan sebagai indikator kesuburan tanah.

Selain empat ciri-ciri di atas, salah satu tanda dikatakan subur dengan memperhatikan vegetasi yang tumbuh disekitarnya. Semakin banyakn dan beragam jenis tanamana yang tumbuh, maka semakin baik kualitas tanah.

Cara membuat tanah subur

Tidak semua tanah dapat subur dengan sempurna. Kebalikannya dengan tanah subur, tanah tandus memiliki kadar humus yang rendah. Dengan kondisi tersebut, tanah akan sulit untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Ada beberapa faktor yang membuat tanah tandus, yaitu faktor cuaca, unsur hara dan mineral tanah yang rendah, kurangnya rongga udara di tanah, dan rendahnya porositas struktur tanah.

Berikut beberapa cara untuk membuat tanah tandus menjadi subur :

a. Rutin memberikan pupuk

Pupuk membuat tanah tandus menjadi subur kembali. Kandungan unsur hara pada tanah tandus yang rendah, harus ditingkatkan dengan pupuk. Pemberian pupuk bisa menggunakan dua jenis, yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang.

b. Memperkaya organisme penyuburan tanah

Dalam kesuburan tanha, organisme penyubur memegang peranan penting. Organisme ini membantu dalam banyak hal. Mulai dari dekomposer tanah, pengurai polutan, pereaksi kimia dalam tanah.

Dalam hal ini, cacing menjadi salah satu penyubur tanah. Untuk menimbulkan organisme tersebut, perlu melakukan pelapisan dengan cara memberikan pupuk kandang pada tanah. Pupuk tersebut akan menjadi media pengembangbiakan alami dari makhluk kecil tersebut. Selain itu bisa juga mengurangi penggunaan obat-obat kimia seperi herbisida, pestisida dan lainnya. Karena mampun mematikan organisme serta merusak kesuburan tanah.

Penggunaan mulsa juga dapat membantu mencegah pertumbuhan rumput, menyediakan nutrisi tambahan pada tanah, serta menjaga kelembabannya. Terdapat bebrapa jenis mulsa, yaitu :

  1. Mulsa organik yaitu mulsa yang berasal dari bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman dari jerami dan alang-alang. Mulsa organik diberikan setelah tanaman atau bibit ditanam. Keuntungan mulsa organik adalah lebih ekonomis (murah), mudah didapatkan, dan dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik dalam tanah. Contoh mulsa organik adalah alang-alang atau jerami, ataupun cacahan batang dan daun dari tanaman jenis rumput-rumputan lainnya.
  2. Mulsa anorganik yaitu mulsa yang terbuat dari bahan-bahan sintesis yang sukar atau tidak dapat terurai. Contoh mulsa anorganik adalah mulsa plastik, mulsa  plastik hitam perak atau karung.

C. Peran Dekomposer Terhadap Kesuburan Tanah

Di dalam tanah hidup berbagai jasad renik (mikroorganisme) yang melakukan berbagai kegiatan bagi kehidupan makhluk hidup lainnya. Atau dengan perkataan lain menjadikan tanah memungkinkan bagi kelanjutan makhluk-makhluk alami dekomposer. Populasi mikrobiologi yang mendiami tanah, bersama dengan berbagai bentuk binatang. Dan berbagai jenis tanaman tingkat lebih tinggi membentuk suatu sistem kehidupan. Yang tidak terpisahkan dari bahan mineral dan sisa-sisa bahan organik yang ada dalam tanah. Komposisi kuantitatif populasi dalam tanah dan kualitatif alam lingkungannya dapat dikatakan adalah sangat adalah heterotrofik. Yang menggunakan substrat organik untuk mendapatkan energi, serta karbon dan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Dekomposer dapat memecah sel-sel organisme lain menggunakan reaksi kimia menkonversi jaringan organisme mati menjadi senyawa kimia metabolik. Tanpa menggunakan pencernaan internal. Dekomposer menggunakan organisme yang sudah mati sebagai sumber nutrisi mereka. Contoh-contoh organisme yang tergolong dekomposer : bakteri, fungi dan cacing (Hayat, 2013).

Populasi mikroba tanah yang terdiri atas alga biru-hijau, fitoplankton, bakteri, cendawan, dan aktinomisetes. Pada permukaan dan lapisan olah tanah mencapai puluhan juta setiap gram tanah. Yang merupakan bagian integral dan pembentukan kesuburan tanah pertanian. Proses daur ulang secara alamiah di permukaan dan lapisan olah tanah yang sangat penting. Bagi kegiatan pertanian tidak terjadi tanpa aktivitas mikroba.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan demikian kita mengetahui dekomposer merupakan banyaknya sebaran jumlah spesies suatu mikroorganisme pengurai yang mampu menguraikan sisa bahan organik di alam. Populasi yang tersebar di lingkungan berupa materi makroskopi yang dapat dilihat langsung dengan jelas adalah cacing. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui mikroorganisme yang terdapat dalam suatu ekosistem yang bekerja membantu menghancurkan bahan organik serta manfaat dan peran dekomposer terhadap kesuburan tanah.

Pembenahan tanah melalui penggunaan dekomposer dapat mempercepat pemulihan kulitas tanah. Penggunaan dekomposer dinilai mampu mengubah sifat fisik, kimia, dan biologi tnah sehingga produktivitas tanah menjadi optimum dan berfungsi juga dalam hal konservasi tanah. Dekomposer dapat memecah sel-sel organisme lain menggunakan reaksi kimia menkonversi jaringan organisme mati menjadi senyawa kimia metabolik. Tanpa menggunakan pencernaan internal. Dekomposer menggunakan organisme yang sudah mati sebagai sumber nutrisi mereka.

Dekomposer atau penguri adalah organisme yang memakan organisme lain. Pengurai membantu siklus nutrisi kembali ke ekosistem lainnya. Dekompose membuat tanah kaya dengan menambahkan senyawa organik seperti zat karbon, air dan nitrogen dikembalikan ke ekosistem melalui tindakan pengurai. Yang termasuk pengurai dekomposer adalah serangga, cacing tanah, bakteri, jamur, belatung, siput, lumut, dan ragi.

Dekomposer atau pengurai merupakan makhluk hidup yang memperoleh energi dengan cara menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Selain pengurai dalam komponen biotik berdasarkan cara hidupnya terdapat juga produsen dan konsumen. Produsen berarti penghasil artinya produsen mampu menghasilkan makanannya sendiri dengan cara fotosintesis. Yang tergolong produsen adalah tumbuhan yang berklorofil. Oleh karena itu tumbuhan hijau disebut autotrof. Contohnya padi sebagai prodesen. 

DAFTAR PUSTAKA

Siti Khofsya. 2012. Pertanian Organik di http://sitikhofsya.blogspot.com (diakses 21Maret).

Litbang Pertanian. 2019.  Mulsa Organik Meningkatan Hasil dan MengatasiKekeringan di http://www.litbang.pertanian.go.id (diakses 21 Maret).

Ulya. 2013. Peranan Dekomposer Bagi Kesuburan Tanah di http://ulyadays.com/peranan-dekomposer-bagi-kesuburan-tanah/(diakses 21 Maret).

Serafica Gischa. 2020. Kesuburan Tanah dihttps://www.kompas.com/skola/read/(diakses 21 Maret).


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "MAKALAH PERAN DEKOMPOSER DALAM KESUBURAN TANAH"