Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran, Tamattu', dan Ifrad

Konten [Tampil]

Tata Cara Pelaksanaan Haji

Untuk memperoleh predikat haji mabrur, jamaah haji harus senantiasa melaksanakannya sesuai dengan tata cara pelaksanaan haji yang disyariatkan Rasulullah saw.

Pelaksanaan Haji Qiran

Dari segi bahasa qiran adalah menggabungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Haji qiran adalah melaksanakan haji dan umrah di dalam satu niat dan satu pekerjaan sekaligus. Dalam hal ini jamaah haji qiran wajib membayar dam nusuk. Berikut adalah tata cara pelaksanaan haji qiran yang harus dilakukan jamaah haji.

  1. Bersuci (mandi dan berwudhu)
  2. Berpakaian ihram
  3. Salat sunah dua rakaat
  4. Berniat haji qiran dengan mengucapkan : لَبَّيْكَ اللّهُمَّ حَجًّا وَعُمْرَة
  5. Ketika tiba di Mekkah, jamaah haji qiran melakukan kegiatan sebagai berikut.
    1. Bagi jamaah haji yang bukan penduduk Mekah yang menunaikan haji qiran, pada waktu kedatangannya di Mekkah, disunahkan mengerjakan tawaf qudum.
    2. Tawaf qudum yang dilakukan jamaah haji qiran itu bukan tawaf umrah dan bukan tawaf haji. Hukum melakukan tawaf tersebut adalah sunnah. Tawaf qudum bagi jamaah haji qiran boleh diteruskan dengan sa’i atau tidak dengan sa’i. Apabila dikerjakan dengan sa’i, sa’inya sudah termasuk sa’i haji dan pada waktu tawaf ifadah tidak perlu lagi melakukan sa’i.
    3. Setelah melakukan tawaf qudum, jamaah haji qiran tidak mengakhiri kegiatan tersebut dengan bercukur atau memotong rambut sampai selesai seluruh kegiatan haji.
    4. Urutan kegiatan dan bacaan doa pada pelaksanaan haji qiran, sejak dari wukuf sampai selesai sama dengan pelaksanaan haji tamattu’.
    5. Pada saat melaksanakan tawaf ifadah, jamaah haji qiran harus melakukannya dengan sa’i bagi yang belum sa’i pada waktu tawaf qudum.
    6. Pada saat akan meninggalkan Mekkah, jamaah haji qiran supaya melaksanakan tawaf wada’

Pelaksanaan Haji Tamattu’

Istilah tamattu’ berasal dari kata mataa’un (متاع) artinya kesenangan. Haji tamattu’ adalah melaksanakan umrah lebih dahulu, baru haji. Dalam hal ini jamaah haji wajib membayar dam nusuk (sesuai ketentuan manasik). Pelaksanaan haji tamattu’ ini dianjurkan bagi semua jamaah haji dan petugas.

a. Pelaksanaan Umrah

Beberapa perbuatan berikut dilakukan jamaah haji tamattu’ ketika melaksanakan umrah. 

  1. Bersuci (mandi dan berwudhu)
  2. Berpakaian ihram
  3. Salat sunnah ihram dua rakaat
  4. Niat umrah haji tamattu’ dari miqat dengan mengucapkan : لَبَّيْكَ اللّهُمَّ عُمْرَةً
  5. Membaca talbiyah, salawat, dan berdoa
    1. Talbiyah dibaca setelah berniat umrah sampai hendak memulai tawaf
    2. Salawat
    3. Berdoa sesudah membaca sholawat
  6. Masuk kota Mekah dan berdoa
  7. Masuk Masjidil Haram melalui pintu yang mana saja dan berdoa
  8. Melihat kakbah dan berdoa
  9. Melintasi Maqam Ibrahim, ketika melintasi Maqam Ibrahim sewaktu hendak mulai tawaf disunahkan berdoa
  10. Tawaf 

Tawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran mengelilingi Kakbah dengan membaca doa. Tempat memulai tawaf adalah searah Hajar Aswa (garis coklat). Ketika memulai tawaf putaran pertama, jamaah haji mengangkat tangan ke arah Hajar Aswad dan disunahkan menghadap Kakbah dengan sepenuh badan. Apabila tidak memungkinkan, cukup menghadapkan sedikit badan ke Kakbah. Pada tawaf putaran kedua dan seterusnya, cukup menolehkan muka ke arah Hajar Aswad dengan mengangkat tangan dan mengecupnya sambil mengucapkan:

بِسْمِ الّلهِ وَاللُّه اَكْبَرُ

“Dengan nama Allah, Allah maha besar.”

Setiap sampai di rukun Yamani, jamaah haji mengusap Hajar Aswad atau mengangkat tangan (tanpa mengecup) dan mengucapkan: 

بِسْمِ الّلهِ وَاللُّه اَكْبَرُ

“Dengan nama Allah, Allah maha besar.”

Sesudah tawaf, apabila keadaan memungkinkan, jamaah haji hendaknya berdoa di Multazam, sholat sunah tawaf di belakang Maqam Ibrahim sebanyak dua rakaat, dan sholat sunah di Hijr Ismail, diteruskan minum air zamzam.

11. Sa’i

Pelaksanaan sa’i dimulai dari Bukit Safa dan diakhiri di Bukit Marwah sebanyak 7 kali perjalanan. Perjalanan dari Bukit Safa ke Marwa dan dari Bukit Marwa ke Bukit Safa masing-masing dihitung satu kali perjalanan sehingga hitungan ke tujuh berakhir di Marwa.

Jamaah haji berdoa ketika mendaki Bukit Safa sebelum memulai sa’i. Berdoa ketika berada di atas Bukit Safa menghadap kiblat. Jamaah haji memulai sa’i dengan membaca doa.

Setiap melintasi antara dua pilar hijau (lampu hijau), bagi jamaah haji pria disunahkan berlari-lari kecil dan bagi wanita cukup berjalan biasa sambil berdoa. Begitu juga setiap mendaki Bukit Safa dan Marwa dari ketujuh perjalanan sa’i, jamaah haji hendaklah berdoa.

12. Bercukur atau memotong rambut

Dengan selesainya bercukur atau memotong rambut, selesailah pelaksanaan umrah.

b. Pelaksanaan Haji

beberapa amalan berikut dilakukan jamaah haji ketika melaksanakan haji tamattu’.

  1. Bersuci (mandi dan berwudhu)
  2. Berpakaian ihram
  3. Sholat sunah dua rakaat
  4. Berniat haji dari miqat dengan mengucapkan : لَبَّيْكَ اللّهُمَّ حجًّا
  5. Berangkat menuju Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah
  6. Membaca talbiyah, sholawat, dan berdoa (lafalnya sama pada waktu umrah)
  7. Ketika memasuki Arafah, jamaah haji berdoa
  8. Kegiatan di Arafah (pada tanggal 8 Dzulhijjah)
    1. Ketika menunggu waktu wukuf, jamaah haji memperbanyak zikir, tasbih, dan membaca AL-Quran
    2. Jamaah haji memperbanyak bacaan talbiyah dan berdoa
  9. Wukuf tanggal 9 Dzulhijjah
    1. Ketika menunggu saat wukuf, jamaah haji memperbanyak zikir dan membaca Al-Quran
    2. Jamaah haji mendengarkan khotbah wukuf
    3. Jamaah haji mengerjakan sholat dzuhur dan asar jamak qasar, dilanjutkan dengan melaksanakan wukuf
    4. Pada waktu wukuf, jamaah haji memperbanyak doa, zikir, membaca talbiyah, istigfar, membaca Al-Quran, dan memperbanyak ibadah lain.
  10. Di Muzdalifah (pada malam tanggal 10 Dzulhijjah)
    1. Ketika sampai di Muzdalifah, jamaah haji melakukan sholat maghrib dan isya secara jamak qasar
    2. Mabit
    3. Bagi jamaah haji yang tiba di Muzdalifah sebelum tengah malam, ia harus menunggu sampai lewat tengah malam
    4. Jamaah haji mencari dan mengambil kerikil
  11. Di Mina
    1. Kewajiban jamaah haji selam di Mina adalah mabit dan melempar jumrah
    2. Pada tanggal 12 Dzulhijjah, jamaah haji yang meninggalkan Mina setelah melempar ketiga jumrah disebut nafar awwal. Bagi jamaah haji yang ingin meninggalkan Mina pada tanggal 13 Dzulhijjah setelah melempar ketiga jumrah disebut nafar tsani.
  12. Jamaah haji kembali ke Mekkah, untuk melakukan kegiatan.
    1. Tawaf ifadah dan sa’i, dengan cara seperti malakukan tawaf dan sa’i dalam umrah
    2. Tawaf wada’ atau tawaf pamitan, dilakukan sesudah selesai melakukan kegiatan ibadah haji bagi yang akan meninggalkan kota Mekah untuk kembali ke Jeddah atau melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Pelaksanaan Haji Ifrad

Dari segi bahasa, kata ifrad adalah bentuk masdar dari akar kata afrada (اَفْرَدَ) yang artinya menjadikan sesuatu itu sendirian. Ifrad ini secara bahawa lawan dari kata qiran. Haji ifrad adalah melaksanakan haji saja. Cara ini tidak wajib membayar dam. Pelaksanaan haji dengan cara ifrad dapat dipilih bagi jamaah haji yang masa waktu wukufnya sudah dekat (lebih kurang) lima hari.

Haji ifrad dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu sebagai berikut.

  1. Melaksanakan haji saja tanpa melakukan umrah
  2. Melaksanakan haji lebih dahulu, baru melakukan umrah
  3. Melaksanakan umrah sebelum bulan-bulan haji, lalu berihram haji pada bulan haji
  4. Melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji, lalu pulang ke tanah air dan berangkat kembali ke tanah suci melaksanakan haji

Berikut beberapa amalan yang dilakukan para jamaah haji ifrad ketika melaksanakan haji

  1. Bersuci (mandi dan berwudhu)
  2. Berpakaian ihram
  3. Sholat sunah dua rakaat
  4. Berniat haji dengan mengucapkan : لَبَّيْكَ اللّهُمَّ حجًّا
  5. Ketika tiba di Mekah,jamaah haji ifrad melakukan kegiatan sebagai berikut.
    1. Bagi jamaah haji yang bukan penduduk Mekah yang menunaikan haji ifrad, pada waktu kedatangannya di Mekkah, disunahkan mengerjakan tawaf qudum
    2. Tawaf qudum yang dilakukan jamaah haji ifrad itu bukan tawaf umrah dan bukan tawaf haji. Hukum melakukan tawaf tersebut adalah sunah. Tawaf qudum bagi jamaah haji ifrad boleh diteruskan dengan sa’i, sa’inya sudah termasuk sa’i haji dan pada waktu wukuf ifadah, tidak perlu lagi melakukan sa’i
    3. Setelah melakukan tawaf qudum, jamaah haji ifrad tidak mengakhiri kegiatan tersebut dengan bercukur atau memotong rambut sampai selesai kegiatan haji
    4. Urutan kegiatan dan bacaan doa pada pelaksanaan haji ifrad, sejak dari wukuf sampai selesai sama dengan pelaksanaan haji tamattu’
    5. Apabila jamaah haji ifrad akan melaksanakan umrah, umrah tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan haji dengan mengambil miqat dari Tan’im, Ji’ranah, atau miqat lainnya.
    6. Sebelum berangkat ke Madinah, jamaah haji ifrad supaya melaksanakan tawaf wada’.

Baca Juga : Ketentuan Haji Menurut Agama Islam dan Hikmahnya

Thanks for read : Tata Cara Pelaksanaan Haji Sesuai Syariat dan Perundang-Undangan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran, Tamattu', dan Ifrad"