Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Malaikat : Pengertian, Dalil, Penggolongan, Tugas, Sifat, dan Perilaku Orang Iman Kepada Malaikat

Daftar Isi [Tampil]

 Menyekini adanya Allah berarti juga menyakini segala sifat-sifat Allah dan semua ciptaan-Nya. Allah menciptakan alam semesta ini secara berpasangan, ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada laki-laki ada perempuan.

Demikian pula Allah menciptakan alam ini ada dua macam yaitu alam nyata (konkret, fisik) dan ada alam ghaib (abstrak, metafisika). Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Hasyr ayat 22:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ‌ۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ (٢٢)
Artinya : Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hasyr : 22)

Alam nyata disebut juga sebagai alam jasmani atau alam syahadah artinya alam yang dapat dijangkau oleh panca indera manusia, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, gunung, angin, listrik, dan lain-lain.

Sedangkan alam ghaib disebut juga alam rohani yaitu alam yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia. Makhluk-makhluk yang diciptakan pada alam ghaib disebut makluk ghaib. Makhluk ghaib tersebut juga tidak bisa dijangkau oleh indera manusia.

Adapun yang termasuk makhluk ghaib antara lain malaikat, jin, iblis/setan, surga, neraka, Lauh Mahfudz, mizan, ruh, ‘arsy.

Sebagai orang yang beriman, kita wajib menyakini adanya makhluk ghaib serta peristiwa-peristiwa ghaib yang terjadi sekarang maupun pada waktu yang akan datang (hari kiamat). Namun kali ini, kita akan membahas tentang malaikat. Untuk pembahasan mengenai makhluk ghaib lainnya silahkan buka halaman Makhluk Ghaib Selain Malaikat : Jin dan Iblis/Setan

Pengertian Malaikat

Secara bahasa, kata malaikat berasal dari kata malaku (مَلَكُ) yang memiliki jama’ malaaika (مَلَائِكَ) yang artinya risalah atau menyampaikan risalah.

Sedangkan pengertian malaikat secara istilah adalah makhluk Allah yang bersifat ghaib yang diciptakan daru nur (cahaya) dan wujudnya tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, atau dirasakan oleh alat indera manusia.

Walaupun keberadaan malaikat tidak bisa kita indera, tetapi kita wajib percaya, karena beriman adanya malaikat-malaikat Allah merupakan rukun iman yang ke-2. Jika kita tidak percaya akan adanya malaikat-malaikat Allah berarti kita belum dikatakan beriman secara sempurna.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :

اَلْإِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِخَيْرِهِ وَشَرِّهِ (رواه مسلم)

Artinya : Iman adalah engkau percaya Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kemudian, dan percaya takdir yang baik dan yang buruk. (H.R. Muslim)

Dalil-dalil tentang adanya Malaikat

1. Allah menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan, sebagaimana dalam Q.S. Al-Fathir ayat 1.

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ جَاعِلِ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ رُسُلاً أُوْلِىٓ أَجۡنِحَةٍ۬ مَّثۡنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَۚ يَزِيدُ فِى ٱلۡخَلۡقِ مَا يَشَآءُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ (١)
Artinya : Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan [untuk mengurus berbagai macam urusan] yang mempunyai sayap, masing-masing [ada yang] dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al Fathir : 1)

2. Malaikat mengikuti manusia ke manapun berada,

لَهُ ۥ مُعَقِّبَـٰتٌ۬ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُ ۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ
Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah ... (Q.S. Ar Ra'd : 11)

3. Malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekelilingnya senantiasa bertasbih dan memuji Allah serta mendoakan kepada orang yang beriman, sebagaimana dalam Q.S. Al-Mu’min ayat 7:

ٱلَّذِينَ يَحۡمِلُونَ ٱلۡعَرۡشَ وَمَنۡ حَوۡلَهُ ۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّہِمۡ وَيُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَا وَسِعۡتَ ڪُلَّ شَىۡءٍ۬ رَّحۡمَةً۬ وَعِلۡمً۬ا فَٱغۡفِرۡ لِلَّذِينَ تَابُواْ وَٱتَّبَعُواْ سَبِيلَكَ وَقِهِمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ (٧)
Artinya : [Malaikat-malaikat] yang memikul ’Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman [seraya mengucapkan]: "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, (Q.S. Al Mu'min : 7)

4. Perjalanan para malaikat menghadap Allah hanya satu hari, tetapi jika dilakukan oleh manusia memakan waktu 50.000 tahun.

تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِى يَوۡمٍ۬ كَانَ مِقۡدَارُهُ ۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٍ۬ (٤)
Artinya : Malaikat-malaikat dan Jibril naik [menghadap] kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Q.S. Al Ma'aarij : 4)

5. Para malaikat bershalawat untuk Nabi :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓٮِٕڪَتَهُ ۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّۚ
Artinya : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi ... (Q.S. Al Ahzab : 56)

6. Malaikat diutus untuk membawa kebaikan

وَٱلۡمُرۡسَلَـٰتِ عُرۡفً۬ا (١)
Artinya : Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, (Q.S. Al Mursalaat : 1)

7. Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan tentang malaikat.

Penggolongan Malaikat

Berdasarkan tingkatannya, perbuatan dan bentuknya malaikat digolongkan menjadi tujuh macam, antara lain :

  1. Malaikat Hamalatul ‘Arsy, yaitu para malaikat yang memikul ‘Arsy. Mereka itu merupakan malaikat dengan tingkatan tertinggi serta pertama kali diciptakan oleh Allah. Mereka di dunia ada empat sedangkan pada hari kiamat nanti ada delapan.
  2. Malaikat Haffun, yaitu para malaikat yang mengelilingi ‘Arsy.
  3. Malaikat Ruhaniyun, yaitu para malaikat bangsa ruhani di mana mereka berada di bumi putih bagaikan sebuah marmer yang luasnya seluas perjalanan matahari 40 hari dan panjangnya hanya Allah saja yang tahu. Suara mereka ramai dengan bacaan tasbih dan tahlil.
  4. Malaikat Karabiyyun, yaitu para malaikat yang menjadi kepala-kepala para malaikat yang bertempat di ‘Arsy.
  5. Malaikat Safarah, yaitu malaikat yang menjadi penghubung antara Allah dengan para Nabi dan orang-orang yang shaleh. Mereka menyampaikan wahyu, ilham, dan mimpi yang baik kepada para Nabi dan orang-orang yang shaleh.
  6. Malaikat Hafadzah, yaitu para malaikat yang bertugas menjaga manusia. Ada malaikat yang bertugas mencatat amal manusia, menjaga manusia (di muka, belakang, menjaga ubun-ubun, menjaga kedua bibir, menjaga mulut, dan yang menjaga kedua mata).
  7. Malaikat Katabah, yaitu para malaikat yang bertugas memindahkan ketetapan-ketetapan dari Lauhil Mahfudz yakni para malaikat yang mulia-mulai sebagai penulis.

Dalil mengenai Malaikat Hamalatul ‘Arsy ada pada Q.S. Al-Haaqqah ayat 17 :

وَٱلۡمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرۡجَآٮِٕهَا‌ۚ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ ثَمَـٰنِيَةٌ۬ (١٧)
Artinya : Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ’Arsy Tuhanmu di atas [kepala] mereka. (Q.S. Al Haaqqah : 17)

Nama-nama dan Tugas Malaikat

Jumlah malaikat tidak terhitung, namun yang wajib diketahui ada sepuluh. Mereka mengemban tugas dalam kehidupan manusia baik saat hidup di dunia, di alam barzah, dan di akhirat. Adapun 10 malaikat yang wajib diketahui antara lain sebagai berikut :

1. Malaikat Jibril

Malaikat Jibril merupakan pemimpin para malaikat. Malaikat Jibril dinamakan juga Ruhul Amin, Ruhul Qudus. Adapun tugas malaikat Jibril adalah sebagai berikut :

a. Menyampaikan wahyu Allah kepada para Rasul yang akan diajarkan kepada umat manusia.

Sebagaimana tercantum dalam Q.S. An Nahl ayat 102 :

قُلۡ نَزَّلَهُ ۥ رُوحُ ٱلۡقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلۡحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهُدً۬ى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ (١٠٢)
Artinya : Katakanlah: "Ruhul Qudus [Jibril] menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan [hati] orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri [kepada Allah]". (Q.S. An Nahl : 102)

Juga terdapat dalam Q.S. Asy Syu’ara ayat 192-193 :

وَإِنَّهُ ۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ (١٩٣)
Artinya : Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, (192) dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin [Jibril], (193)

b. Meniupkan ruh kepada calon bayi yang ada di dalam kandungan ibunya

c. Turun ke bumi bersama dengan malaikat yang lain pada bulan Ramadhan untuk mendoakan orang mukmin yang beribadah pada malam lailatul Qadar.

تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيہَا بِإِذۡنِ رَبِّہِم مِّن كُلِّ أَمۡرٍ۬ (٤)
Artinya : Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (Q.S. Al Qadr : 4)

d. Mendampingi Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj.

2. Malaikat Mikail

Tugas malaikat Mikail adalah :

  • Memberikan rezeki kepada semua makhluk yang ada di alam ini
  • Mengatur hujan, angin dan tanaman

Walaupun yang bertugas membagi rezeki adalah malaikat Mikail, tetapi kita wajib berikhtiar, karena pembagian rezeki tersebut dengan perantaraan jika kita bekerja.

3. Malaikat Israfil

Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala (terompet) sebanyak dua kali, yaitu :

a. Tiupan pertama sebagai tanda rusaknya seluruh alam dan isinya.

Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al Haaqqah ayat 13-15 :

فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ نَفۡخَةٌ۬ وَٲحِدَةٌ۬ (١٣) وَحُمِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ (١٤) فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ (١٥)
Artinya : Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup. (13) dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. (14) Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, (15)

b. Tiupan kedua untuk membangkitkan lagi semua manusia yang telah mati sejak jaman Nabi Adam sampai akhir zaman untuk dikumpulkan dan dihisab amalnya di Padang Mahsyar. Firman Allah dalam Q.S. Yaasin ayat 51 :

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يَنسِلُونَ (٥١)
Artinya : Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya [menuju] kepada Tuhan mereka. (Q.S. Yasiin : 51)

4. Malaikat Izrail

Malaikat Izrail bertugas untuk mencabut nyawa seluruh makhluk hidup. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al An’am ayat 61 :

وَهُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦ‌ۖ وَيُرۡسِلُ عَلَيۡكُمۡ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا وَهُمۡ لَا يُفَرِّطُونَ (٦١)
Artinya : Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (Q.S. Al An'am : 61)

Tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang luput dari kematian. Kapan kematian itu akan datang, tidak ada satupun yang tahu. Oleh karena itu kita harus bersiap-siap, membekali diri dengan iman dan amal shaleh Malaikat Izrail mencabut nyawa dengan mudah dan dalam rupa yang bagus.

Sedangkan jika Izrail mencabut nyawa orang yang durhaka, ia mencabut nyawa dengan paksa dan kepedihan yang tiada tara.

5. Malaikat Munkar dan Nakir

Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dunia di alam barzah (alam kubur). Alam barzah adalah alam pembatas antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Jika seorang yang meninggal dunia, maka ia memasuki alam penantian yaitu alam barzah.

Di alam barzah ini ia ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir. Jika orang tersebut semasa hidupnya menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka ia akan bisa menjawab dengan lancar atas semua pertanyaan. Sehingga selamatlah ia dari azab kubur dan tidur pulas menanti datangnya hari kiamat.

Tetapi jika seorang yang meninggal dunia saat hidup di dunia ia durhaka, maka ia pasti tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, sehingga ia akan mendapat siksa kubur sampai datangnya hari Kiamat.

6. Malaikat Roqib dan Atid

Sesungguhnya manusia dalam segala tindak tanduknya selalu didampingi oleh dua malaikat yaitu Roqib dan Atid. Malaikat Roqib berada di sebelah kanan manusia, dan mencatat semua perbuatan manusia yang baik. Sedangkan Malaikat Atid berada di sebelah kiri manusia dan bertugas mencatat semua perbuatan buruk.

Hasil catatan tersebut nanti akan diberikan oleh Allah pada saat Yaumul Hisab. Jika buku catatannya penuh dengan kebaikan maka manusia akan menerima buku catatan amalnya dengan tangan kanan (sebelah kanan), tetapi jika buku catatan amalnya penuh dengan perbuatan yang buruk, maka ia akan menerimanya dengan tangan kiri (sebelah kiri).

Malaikat Roqib dan Atid disebut juga Malaikat Kiraman Katibin. Adapun dalil yang berkaitan dengan kedua malaikat tersebut adalah :

مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ۬ (١٨)
Artinya : Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qaaf : 18)

Juga pada ayat yang lain yaitu Q.S. Az Zukhruf ayat 80 :

أَمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ وَنَجۡوَٮٰهُم‌ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيۡہِمۡ يَكۡتُبُونَ (٨٠)
Artinya : Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya [Kami mendengar], dan utusan-utusan [malaikat-malaikat] Kami selalu mencatat di sisi mereka. (Q.S. Az Zukhruf : 80)

7. Malaikat Ridwan

Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga. Surga merupakan tempat di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dirasakan, didengar, dan dilihat oleh manusia selama di dunia.

Surga merupakan tempat atau balasan bagi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah ketika hidup di dunia, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Muhammad ayat 15 :

مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ‌ۖ فِيہَآ أَنۡہَـٰرٌ۬ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٍ۬ وَأَنۡہَـٰرٌ۬ مِّن لَّبَنٍ۬ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُ ۥ وَأَنۡہَـٰرٌ۬ مِّنۡ خَمۡرٍ۬ لَّذَّةٍ۬ لِّلشَّـٰرِبِينَ وَأَنۡہَـٰرٌ۬ مِّنۡ عَسَلٍ۬ مُّصَفًّ۬ى‌ۖ وَلَهُمۡ فِيہَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ وَمَغۡفِرَةٌ۬ مِّن رَّبِّہِمۡ‌ۖ كَمَنۡ هُوَ خَـٰلِدٌ۬ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمً۬ا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ (١٥)
Artinya : Apakah] perumpamaan [penghuni] surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar [arak] yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? (Q.S. Muhammad : 15)

8. Malaikat Malik

Malaikat Malik disebut jugat Malaikat Zabaniyah yang ditugaskan oleh Allah untuk menjaga neraka. Ia memimpin para malaikat yang menjaga neraka.

Para malaikat penjaga neraka memiliki watak yang kejam, bengis, serta kasar terhadap penghuni neraka. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. At Tahrim ayat 6 :

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (٦)
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At Tahrim : 6)

Neraka adalah suatu tempat di akhirat yang penuh dengan siksaan, penderitaan yang tiada tara dan belum pernah ada penderitaan dan siksaan di dunia nyata yang menyerupai neraka.

Di dalam neraka terdapat api yang menyala-nyala yang digunakan untuk menyiksa orang-orang yang durhaka kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. An Nisa’ ayat 56 :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوۡفَ نُصۡلِيہِمۡ نَارً۬ا كُلَّمَا نَضِجَتۡ جُلُودُهُم بَدَّلۡنَـٰهُمۡ جُلُودًا غَيۡرَهَا لِيَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا (٥٦)
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An Nisa : 56)

Sifat Sifat Malaikat

Malaikat diciptakan oleh Allah dengan sifat-sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Mereka disucikan oleh Allah dari segala nafsu sehingga terhindar dari perbuatan dosa. Malaikat bersifat ma’shum artinya terpelihara dari perbuatan dosa.

Adapun sifat-sifat yang dimiliki malaikat antara lain sebagai berikut :

  1. Diciptakan dari cahaya (annur)
  2. Tidak mempunyai nafsu sehingga tidak membutuhkan makan, minum, kawin, dan tidak pula tidur.
  3. Tidak mempunyai jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan
  4. Tidak akan mati sebelum datangnya hari Kiamat, sehingga jumlahnya tetap (tidak bertambah dan berkurang)
  5. Semua malaikat taat dan tunduk serta berbakti kepada Allah
  6. Mempunyai tugas-tugas tertentu dan tidak melakukan tugas lain yang menjadi tugas malaikat lainnya
  7. Berada di langit
  8. Malaikat turun naik ke dunia atas izin Allah
  9. Selalu mendoakan atau memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman
  10. Dapat berubah bentuk dan rupanya atas izin Allah
  11. Berjasad ghaib

Berikut adalah beberapa dalil tentang sifat-sifat malaikat :

Dalil malaikat selalu mendoakan orang yang beriman tertera pada Q.S. Al-Mu’min ayat 7 :

ٱلَّذِينَ يَحۡمِلُونَ ٱلۡعَرۡشَ وَمَنۡ حَوۡلَهُ ۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّہِمۡ وَيُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَا وَسِعۡتَ ڪُلَّ شَىۡءٍ۬ رَّحۡمَةً۬ وَعِلۡمً۬ا فَٱغۡفِرۡ لِلَّذِينَ تَابُواْ وَٱتَّبَعُواْ سَبِيلَكَ وَقِهِمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ (٧)
Artinya : [Malaikat-malaikat] yang memikul ’Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman [seraya mengucapkan]: "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, (Q.S. Al Mu'min : 7)

Dan dalil mengenai malaikat mempunyai jasad ghaib (halus) ada pada Q.S. Huud ayat 69 – 70 :

وَلَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٲهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ قَالُواْ سَلَـٰمً۬ا‌ۖ قَالَ سَلَـٰمٌ۬‌ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجۡلٍ حَنِيذٍ۬ (٦٩) فَلَمَّا رَءَآ أَيۡدِيَہُمۡ لَا تَصِلُ إِلَيۡهِ نَڪِرَهُمۡ وَأَوۡجَسَ مِنۡہُمۡ خِيفَةً۬‌ۚ قَالُواْ لَا تَخَفۡ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمِ لُوطٍ۬ (٧٠)
Artinya : Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami [malaikat-malaikat] telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Salaman" [Selamat]. Ibrahim menjawab: "Salamun" [Selamatlah], maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. (69) Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah [malaikat-malaikat] yang diutus kepada kaum Luth." (70)

Perilaku Orang yang Iman kepada Malaikat

Seseorang belum dikatakan beriman jika ia belum beriman kepada malaikat-malaikat Allah. Beriman kepada malaikat Allah, tidak hanya diucapkan saja tetapi diyakini dalam hati kemudian diwujudkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Adapun perilaku orang yang beriman kepada malaikat-malaikat Allah antara lain :

  1. Dengan penciptaan malaikat yang sedemikian rupa semakin menyadari bahwa betapa kekuasaan, keagungan, dan kekuatan Allah tidak terbatas
  2. Mempunyai kecenderungan untuk selalu beramal shaleh karena setiap perbuatannya dicatat oleh Roqib dan Atid
  3. Takut untuk berbuat dosa karena merasa selalu diawasi oleh malaikat Allah kemanapun berada
  4. Semakin taat dan tunduk pada perintah Allah, karena malaikat saja yang tidak mendapat imbalan berupa surga tunduk dan taat kepada Allah, maka sebagai manusia harus semakin taat dan tunduk kepada Allah karena surga diciptakan untuk manusia
  5. Menyadari bahwa ada alam lain salain alam konkret ini, hal ini makin membuka cakrawala ilmu pengetahuan, sehingga tidak hanya ilmu pengetahuan konkret saja yang dipelajari tetapi juga menyangkut ilmu metafisika dalam rangka menuju ketauhidan
  6. Selalu optimis dalam menghadapi hidup

Imam Ghazali mengatakan bahwa setiap saat hati manusia menjadi lintasan dari dua hal yang saling tarik-menarik. Jika salah satu yang lebih kuat, maka manusia cenderung untuk mengikuti lintasan tersebut.

Dua hal yang dimaksud adalah baik dan buruk. Lintasan yang baik berasal dari malaikat, sedangkan lintasan yang buruk berasal dari setan.

Kesimpulan

Malaikat adalah makhluk Allah yang bersifat ghaib yang diciptakan Allah dari nur (cahaya) dan wujudnya tidak dapat dilihat oleh indera manusia. Malaikat digolongkan menjadi 7 macam, yaitu Hamalatul ‘Arsy, Haffun, Ruhaniyun, Karabiyyun, Safarah, Hafadzah, dan Katabah. Terdapat 10 malaikat yang wajib diimani atau diketahui, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Roqib, Atid, Ridwan, dan Malik.

Post a Comment for "Malaikat : Pengertian, Dalil, Penggolongan, Tugas, Sifat, dan Perilaku Orang Iman Kepada Malaikat"

Kunjungi : Banyak Diskon Hingga 80% dari Lazada + Gratis Ongkir. Jangan Sampai Kelewatan


close
Banner iklan disini