Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Putus Asa: Definisi, Bentuk, Dalil, dan Dampaknya

Konten [Tampil]
Dalam kehidupan ini, keberhasilan dan kegagalan adalah suatu hal yang biasa dialalmi manusia. Namun jika kegagalan itu menimpa orang yang beriman dan bersabar serta mau belajar dari kegagalan tersebut, maka orang tersebut akan semangat hidupnya dan tidak mudah menyerah dan putus asa.

Akan tetapi jika kegagalan itu dialami oleh orang yang tidak beriman, maka biasanya ia bersikap apatis, tidak ada semangat, putus asa, bahkan hanya pasrah menerima kenyataan hidup. Orang yang demikian inilah dikatakan putus asa.

Pengertian Putus Asa

Putus asa berarti tidak ada harapan lagi atau suatu sikap atau perilaku seseorang yang menganggap bahwa dirinya telah gagal dalam menghasilkan suatu harapan atau cita-cita.

Penyebab seseorang putus asa biasanya karena terjadi kegagalan yang berulang kali dalam mencapai cita-cita atau harapan. Ia selalu muram dan tidak yakin akan usaha-usaha yang berikutnya sehingga ia hanya berpangku tangan dan pasrah saja.

Bentuk-Bentuk Sikap Putus Asa

Orang yang putus asa akan tercermin dalam sikap, antara lain :
  1. Bermalas-malasan setelah mengalami kegagalan
  2. Tidak bergairah atau semangat dalam berusaha
  3. Wajahnya tampak murung
  4. Labil mudah terpancing emosinya

Dalil Larangan Bersikap Putus Asa

Sifat putus asa adalah dilarang oleh Allah, karena orang yang berputus asa berarti kehilangan semangat dan gairah untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Dan biasanya sikap putus asa diikuti dengan sikap masa bodoh. Islam mengajarkan umatnya agar tidak putus asa dari rahmat dan pertolongan Allah. Firman Allah :

يَـٰبَنِىَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ‌ۖ إِنَّهُ ۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ
Artinya : Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (QS. Yusuf : 87)
۞ قُلۡ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (٥٣)
Artinya : Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa [1] semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar : 53)

Dampak Negatif Sikap Putus Asa

Karena putus asa termasuk akhlak madzmumah, maka dampaknya amat negatif dan membahayakan bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.

Masyarakat yang dihinggapi rasa putus asa pasti menjadi lumpuh dan tidak berdaya. Orang yang berputus asa sama sekali tidak terpikirkan tentang kemajuan dirinya, karena orang tersebut akan mengalami kebekuan dan tidak mau berusaha. 

Adapun dampak negatif sifat putus asa antara lain :
  1. Merugikan diri sendiri
  2. Tidak ada kemajuan 
  3. Etos kerja rendah
  4. Tidak memiliki semangat hidup
  5. Bersikap masa bodoh

Menghindarkan Diri Dari Putus Asa

Setiap orang harus menghindarkan diri dari putus asa, adapun cara untuk menghindari dari putus asa antara lain :
  1. Merenungi atau intropeksi terhadap kegagalan yang dialami orang lain
  2. Optimis terhadap anugerah Allah dan Allah pasti memberi jalan keluar
  3. Tidak mudah menyerah dalam berusaha
  4. Memiliki etos kerja yang tinggi
Demikian merupakan pembahasan mengenai Putus asa, yang menjelaskan pengertian putus asa, bentuk sikap putus asa, dalil larangan sikap putus asa, dan dampak negatif dari sikap putus asa.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "Pengertian Putus Asa: Definisi, Bentuk, Dalil, dan Dampaknya"