Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Dalil, Macam, dan Fungsi IMAN KEPADA KITAB ALLAH

Konten [Tampil]

Pengertian Iman Kepada Kitab Allah SWT

Salah satu pokok kepercayaan atau rukun iman dalam Islam adalah menyakini keberadaan kitab-kitab Allah. Mengimani kitab-kitab Allah wajib hukumnya dan sebaliknya, mengingkari salah satu kitab Allah sama saja mengingkari seluruh kitab Allah yang diturunkan ke dunia.

1. Pengertian Kitab dan Shuhuf

Kitab adalah himpunan wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Sedangkan shuhuf adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul tetapi tidak wajib disampaikan atau diajarkan kepada manusia. Dengan demikian kitab dan shuhuf memiliki persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan dan perbedaan antara kitab dan shuhuf bisa dilihat di tabel berikut ini :

Persamaannya

Kitab dan shuhuf sama-sama wahyu dari Allah SWT

Perbedaannya

1. isi kitab lebih lengkap dari pada isi shuhuf

2. kitab wajib disampaikan kepada manusia untuk diketahui dan diikuti sedangkan shuhuf tidak

3. kitab dibukukan, sedangkan shuhuf tidak dibukukan

Di dalam Al-Qur’an banyak ditemukan istilah kitab dan shuhuf, yaitu :
  • ± 198 ayat menyebutkan wahyu yang diturunkan kepada rasul dengan istilah kitab
  • ± 6 ayat dengan menggunakan sebutan shuhuf

2. Pengertian Iman Kepada Kitab Allah

Pengertian iman kepada kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Rasul yang berisi wahyu Allah agar disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.
Sebagai muslim kita wajib percaya kepada semua kitab dan shuhuf yang telah diturunkan Allah kepada para rasul-Nya. Firman Allah :

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَـٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡڪِتَـٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُ‌ۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓٮِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدًا (١٣٦)
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (136) (QS. An-Nisa' : 136)
Pada surat lain juga disebutkan :
ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ (٢)
Artinya : Kitab [2] [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (QS. Al-Baqarah : 2)

3. Nama Kitab-Kitab Allah Dan Para Rasul Yang Menerimanya

Kitab suci Allah yang telah diturunkan kepada rasul dan wajib kita yakini (imani) ialah :
  1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s. ± pada abad 12 SM di daerah Israel dan Mesir.
  2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Daud a.s. ± pada abad 10 SM di daerah Israel.
  3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s. ± pada permulaan abad Masehi.
  4. Kitab Al-Qur’an. diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. pada abad 6 M di Makkah dan Madinah.
Adapun kitab Taurat, Zabur, Injil berisi tentang aqidah (tauhid) dan hukum-hukum syari’at. Sedangkan Al-Qur’an berisi tentang aqidah, hukum-hukum syariat, dan mu’amalah. Sebagian besar isi Al-Qur’an menghapus sebagian syari’at yang termuat dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan hukum syari’at yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang paling lengkap dan berlaku untuk selama-lamanya dan untuk siapa saja.
Selain 4 kitab, Allah juga menurunkan wahyu berupa shuhuf kepada para nabi terdahulu, yaitu :
  1. Nabi Adam As. menerima sebanyak 10 shuhuf
  2. Nabi Syits As. menerima sebanyak 50 shuhuf
  3. Nabi Idris As. menerima sebanyak 30 shuhuf
  4. Nabi Ibrahim As. menerima sebanyak 10 shuhuf
  5. Nabi Musa As. menerima sebanyak 10 shuhuf
Ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang turunnya shuhuf antara lain terdapat pada surat Al-A’la ayat 18-19.
إِنَّ هَـٰذَا لَفِى ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ (١٨) صُحُفِ إِبۡرَٲهِيمَ وَمُوسَىٰ (١٩)
Artinya : Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (18) [yaitu] Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (19) (QS. Al-A'laa : 18-19)

4. Fungsi Iman Kepada Kitab Allah

  • Sebagai petunjuk atau pedoman manusia
  • Sebagai pembimbing manusia ke jalan yang benar

Dalil Tentang Kitab-Kitab Allah

Berikut adalah dalil-dalil adanya kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul :

Kitab Taurat

Firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ ayat 2 :

وَءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَـٰبَ وَجَعَلۡنَـٰهُ هُدً۬ى لِّبَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِى وَڪِيلاً۬ (٢)
Artinya : Kami berikan kepada Musa kitab [Taurat] dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil [dengan firman]: "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (2) (QS. Al-Isra' : 2)

Kitab Zabur

Firman Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 55
وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۗ وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬‌ۖ وَءَاتَيۡنَا دَاوُ ۥدَ زَبُورً۬ا (٥٥)
Artinya : Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang [ada] di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian [yang lain], dan kami berikan Zabur [kepada] Daud. (55) (QS. Al-Isra' : 55)

Kitab Injil

Surat Ali Imran ayat 3 :
نَزَّلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ (٣)
Artinya : Dia menurunkan Al Kitab [Al Qur’an] kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, (3) (QS. Ali Imran : 3)
Surat Maryam ayat 30 :
قَالَ إِنِّى عَبۡدُ ٱللَّهِ ءَاتَٮٰنِىَ ٱلۡكِتَـٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّ۬ا (٣٠)
Artinya : Berkata ’Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab [Injil] dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (30) (QS. Maryam : 30)

Kitab Al-Qur’an

Dalil tentang keberadaan kitab Al-Qur’an cukup banyak, antara lain firman Allah dalam surat Al-Baqarah 185 :
....شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى
Artinya : [Beberapa hari yang ditentukan itu ialah] bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan [permulaan] Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.... (QS. Al-Baqarah : 185)
Dalam surat Ibrahim ayat 1 disebutkan :
الٓر‌ۚ ڪِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ (١)
Artinya : Alif laam raa. [Ini adalah] Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, [yaitu] menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim : 1)
Baca Juga : Pengertian Tawakal

Macam – Macam Kitab Allah SWT

1. Kitab Taurat

Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa As. yang diberikan Allah secara langsung di gunung Sinai. Kitab Taurat berisi nilai-nilai dan pedoman hidup untuk umatnya (Bani Israil).
Dalam kitab Taurat terdapat Syari’at dan hukum agama yang sesuai dengan tempat dan kondisi masa lalu. Juga terdapat keterangan yang tegas akan datangnya Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan para rasul, serta menggantikan dan menyempurnakan ajaran sebelumnya.
Ada 10 perintah Tuhan dalam kitab Taurat yang menjadi sentral agama Yahudi, yaitu :
  1. Hormati dan cintailah Allah saja
  2. Sebutkan nama Allah dengan hormat
  3. Kuduskanlah hari Tuhan (sabat)
  4. Hormatilah bapak ibumu
  5. Jangan membunuh
  6. Jangan bercabul
  7. Jangan mencuri
  8. Jangan berdusta
  9. Jangan ingin berbuat cabul
  10. Jangan memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal

2. Kitab Zabur

Zabur berasal dari kata zabara – yazburu – zabur yang berarti menulis. Zabur disebut juga dalam bahasa Arab dengan mazmur jama’nya muzammir (nyanyian).
Kitab zabur diturunkan kepada Nabi Daud As. isinya berupa do’a, dzikir, pengajaran dan hikmah. Hukum syari’at tidak ada di dalamnya, karena Nabi Daud mengikuti hukum kitab Taurat. Kitab Zabur berisi 5 mazmur (nyanyian) yaitu :
  1. Nyanyian menuju tuhan
  2. Nyanyian syukur perseorangan
  3. Ratapan jama’ah
  4. Ratapan dan do’a perseorangan
  5. Nyanyian untuk raja

3. Kitab Injil

Kitab injil diturunkan kepada Nabi Isa As. Injil artinya kabar yang baik. Tujuan diturunkannya kitab ini untuk menerangkan beberapa hukum dan mengajak manusia kembali kepada aqidah tauhid, memperbaiki agama Bani Israil yang telah menyeleweng dan juga menerangkan hidup zuhud (berpaling dari kehidupan dunia dan menghadapkan diri untuk beribadah) serta menjauhi kerakusan duniawi. Hal ini dimaksudkan untuk meluruskan orang-orang Yahudi yang mementingkan kehidupan dunia.
Nabi Isa menekankan kepada umatnya agar percaya pada hari akhir dan menekankan hidup akhirat sebagai kehidupan yang sebenarnya. Dalam kitab Injil juga diterangkan tentang kedatangan nabi akhir zaman (Nabi Muhammad).
Kitab Injil yang ada sekarang ini terbagi menjadi 4, yaitu :
  1. Injil Mathius
  2. Injil Markus
  3. Injil Lukas
  4. Injil Yahya
Keempat injil ini termasuk kitab perjanjian baru, yang di dalamnya banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan dari yang sebenarnya.

4. Kitab Al-Qur’an

Al-Qur’an menurut bahasa berasal dari kata قراء – يقراء – قرانا ( Qur’aanan – yaqro’u – qoro’a ) yang artinya membaca atau bacaan.
Sedangkan menurut istilah Al-Qur’an adalah firman Allah yang berisi mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dari Lauh al-Mahfudz melalui malaikat Jibril, serta membacanya termasuk ibadah yang berpahala.
Al-Qur’an diturunkan bertujuan untuk menyempurnakan kitab – kitab terdahulu, dengan diturunkannya Al-Qur’an berarti masa berlakunya kitab – kitab tersebut telah habis.
Sebagai umat Islam harus berkeyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang terakhir dan diturunkan kepada nabi terakhir (Nabi Muhammad SAW), sebagai pedoman hidup umat Islam. Al-Qur’an dijamin kemurniannya dan keasliannya oleh Allah. Sebagaimana difirmankan dalam surat Al-Hijr ayat 9 :
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ (٩)
Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS. Al-Hijr : 9)
Dengan keterangan ayat di atas, maka apapun usaha manusia untuk merubah Al-Qur’an maka tidak akan mampu untuk merubahnya walaupun satu ayat. Al-Qur’an sebagai mukjizat paling besar dan bukti kerasulan nabi Muhammad, dan juga Al-Qur’an berfungsi penyempurna kitab-kitab suci terdahulu.
Firman Allah :
وَأَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلۡڪِتَـٰبِ وَمُهَيۡمِنًا عَلَيۡهِ‌ۖ
Artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya (QS. Al-Ma'idah : 48)

Nama-nama Lain Al-Qur’an

  1. Al-Furqan artinya pembeda
  2. Al-Kitab artinya kitab yang dibukukan
  3. Adz-Dzikru artinya peringatan
  4. Al-Mau’idhah artinya nasehat
  5. Al-Bayan artinya penjelas
  6. Al-Burhan artinya bukti kebenaran
  7. Al-Huda artinya petunjuk
  8. Al-Mubin artinya yang menjelaskan
  9. Al-Karim artinya yang mulia
  10. Al-Kalam artinya firman Allah
  11. An-Nuur artinya cahaya

Pokok-pokok Isi Kandungan Al-Qur’an

Sebagai sumber ajaran yang universal, Al-Quran mengandung ajaran yang utuh dan terpadu, sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia agar memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Adapun isi pokok kandungan Al-Quran yaitu :
  1. Ajaran mengenai aqidah dan tauhid
  2. Yaitu mengajarkan kepercayaan terhadap Allah SWT, malaikat, kitab – kitab, Rasul, hari akhir, dan taqdir. Keenam perkara ini tersebut dalam rukun iman. Disamping itu diajurkan hal-hal yang ghoib seperti jin, setan, alam akhirat, surga dan neraka.
  3. Ajaran mengani ibadah dan syari’at
  4. Yakni ajaran yang membimbing manusia yang beriman bagaimana cara beriman dan mengabdi kepada Allah dengan baik.
  5. Ajaran tentang mu’amalah
  6. Yakni mengajarkan hubungan antara manusia baik dalam keluarga, tetangga, dan masyarakat.
  7. Ajaran mengenai yang hak dan yang bathil
  8. Yakni ketentuan mana yang boleh dan harus dikerjakan atau halal, serta mana yang tidak boleh dikerjakan atau haram.
  9. Petunjuk-petunjuk ilmiah
  10. Yakni penjelasan tentang penciptaan manusia, langit dan bumi, laut beserta kekayaan didalamnya, tentang lebah dan sebagainya. Yang mendorong manusia untuk menggunakan akalnya dalam memanfaatkan alam dengan kandungan kekayaannya bagi kemakmuran dan kesejahteraan manusia.
  11. Keterangan-keterangan alam ghaib
  12. Yakni penjelasan mengenai persoalan yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera, seperti alam barzakh, siksa dan nikmat kubur, surga dan neraka, mahsyar, mizan, shirat dan lain-lain.Keterangan ini adalah mendidik manusia yang beriman agar bertambah kuat keyakinannya mengenai alam ghoib dan hari pembalasan.
  13. Kisah-kisah umat terdahulu
  14. Yakni menceritakan sejarah umat terdahulu untuk diambil pelajaran (I’tibar) bagi umat sesudahnya. Misal kisah Nabi Ibrahim, Qarun, Fir’aun dan lain lain.
  15. Tabsyir dan indzar
  16. Yakni himbauan untuk memperbanyak amal sholeh untuk kebahagiaan dunia dan akhirat juga dikemukakan ancaman berupa siksa bagi manusia yang melanggar ajaran – ajaran yang telah digariskan Allah dan Rasul-Nya.
  17. Akhlak karimah
  18. Yakni mengajarkan tentang budi pekerti yang mulia, baik dengan keluarga, masyarakat secara luas maupun dengan Allah SWT.

Keistimewaan Al-Qur’an sebagai Kitab yang Terakhir

  1. Al-Quran ajarannya bersifat universal (berlaku umum)
  2. Kitab paling sempurna dan berlaku sepanjang masa
  3. Kitab yang terpelihara kemurniannya sepanjang masa
  4. Al-Quran tak tertandingi dari segi manapun
  5. Al-Qura sebagai penyejuk hati bagi orang yang beriman
  6. Membacanya termasuk ibadah
  7. Al-Quran kitab suci terakhir yang isinya tidak ada yang bertentangan dengan akal sehat

Mencintai Al-Qur’an sebagai Kitab Allah SWT

Sebagai umat Islam maka seharusnya mencintai kitab sucinya, yaitu Al-Qur’an. Sebagai bukti kecintaan terhadap Al-Qur’an adalah dengan cara :
1. Membaca Al-Qur’an
Bukti kecintaan kepada Al-Quran, kita harus membacanya setiap hari, di samping pada waktu shalat juga, kita jadikan sebagai bacaan harian bukan sebatas perhiasan rumah. Bagi yang membaca Al-Quran disamping mendapat pahala juga di hari kiamat akan mendapatkan syafa’at (pertolongan) Al-Quran.
2. Mendengarkan Al-Qur’an
Orang yang mau mendengarkan bacaan Al-Quran mendapatkan pahala seperti orang yang membacanya. Oleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk mendengarkan apabila Al-Qur’an sedang dibaca. Sebagaimana surat Al-A’raf ayat 204 :
وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُ ۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ (٢٠٤)
Artinya : Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (Al-A'raf : 204)
3. Mempelajari dan Mengajarkan Isi Kandungan Al-Qur’an
Sebagai wujud cinta kepada kitab suci Allah, kita belum cukup hanya membaca dan mendengarkan saja, akan tetapi juga harus memahamu kandungannya, kemudian mengamalkan dan mengajarkan isi kandungannya kepada orang lain walaupun satu ayat.
Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran akan mendapat pahala lebih besar dibandingkan dengan orang yang hanya sekedar membaca dan mendengarkan saja.
4. Mengamalkan Isi Kandungan Al-Qur’an
Tahap berikutnya sebagai bukti kita mencintai Al-Quran adalah mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, karena jika orang yang mengetahui dan tidak mau mengamalkan apa yang ada dalam Al-Quran maka akan mendapat dosa yang lebih besar.
Firman Allah :
ڪَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ (٣)
Artinya : Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. Ash-Shaf : 3)
Jika kita mau mengamalkan isi kandungan Al-Quran dan menjadikan pedoman hidup, maka kita akan diberi kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
5. Membumikan nilai-nilai Al-Qur’an
Sebagai bukti kecintaan terhadap Al-Quran hendaknya dengan membumikan nilai-nilai ajaran Al-Quran pada setiap individu dan masyarakat, sehingga semua aktivitas sehari-harinya senantiasa disinari cahaya Al-Quran baik dalam ucapan dan tingkah laku. Antara lain cara berpakaian, etika pergaulan, cara mencari rizki dan jabatan, cara mendidik anak-anak, dan lain-lain.

Hikmah dan Fungsi diturunkannya Al-Qur’an

  1. Melepaskan manusia dari kesesatan
  2. Selalu mendapat rahmat dari Allah SWT
  3. Menyempurnakan ajaran kitab – kitab terdahulu
  4. Selalu mendapat petunjuk dari Allah SWT

Fungsi Kitab Kitab Allah SWT

1. Sebagai petunjuk atau pedoman bagi manusia
Seseorang yang beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, tidak meragukan kebenarannya, karena mendapat petunjuk dari Allah. Sebagaimana firman Allah pada surat Al-Baqarah ayat 2.
2. Sebagai obat sekaligus petunjuk serta rahmat bagi orang mukmin
Firman Allah :
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٌ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَشِفَآءٌ۬ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ (٥٧)
Artinya : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit [yang berada] dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus : 57)
3. Sebagai sumber IPTEK
Kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya berfungsi sebagai sumber IPTEK, memuat berbagai ilmu aqidah, syari’ah, ibadah, mu’amalah, kedokteran, ekonomi, sosial, politik, ilmu alam, dan sebagainya.
وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِى لِمُسۡتَقَرٍّ۬ لَّهَا‌ۚ ذَٲلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ (٣٨)
Artinya : dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Yaasiin : 38)
4. Sebagai pembeda antara yang hak dan yang bathil
Sebelum Allah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya manusia dalam keadaan buta atau gelap gulita. Karena mereka belum bisa membedakan mana yang hak dan mana yang bathil, halal dan haram, benar dan salah.
لِيُحِقَّ ٱلۡحَقَّ وَيُبۡطِلَ ٱلۡبَـٰطِلَ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ (٨)
Artinya : agar Allah menetapkan yang hak [Islam] dan membatalkan yang bathil [syirik] walaupun orang-orang yang berdosa [musyrik] itu tidak menyukainya. (QS. Al-Anfal : 8)
5. Sebagai penjelas bagi segala sesuatu
Kitab suci Allah diturunkan berfungsi sebagai penjelas atau menjawab segala persoalan yang muncul. Firman Allah :
وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ۬ شَهِيدًا عَلَيۡهِم مِّنۡ أَنفُسِہِمۡ‌ۖ وَجِئۡنَا بِكَ شَہِيدًا عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ‌ۚ وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ تِبۡيَـٰنً۬ا لِّكُلِّ شَىۡءٍ۬ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةً۬ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ (٨٩)
Artinya : [Dan ingatlah] akan hari [ketika] Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu [Muhammad] menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab [Al Qur’an] untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. An-Nahl : 89)

Perilkau yang Mencerminkan Iman Kepada Kitab Allah

Adapun perilaku yang mencerminkan beriman kepada kitab-kitab Allah antara lain sebagai berikut :
  1. Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang berkedudukan di atas segala kitab
  2. Menjaga kitab suci dan membelanya
  3. Mempelajari dengan sungguh – sungguh dan mengamalkan sesuai dengan kemampuannya (Al-Quran)
  4. Berusaha untuk mengajarkan Al-Quran kepada orang lain
  5. Tunduk terhadap hukum yang tercantum dalam kitab suci (Al-Quran) dalam menyelesaikan masalah.
Terhadap kitab Taurat, Zabur, dan Injil kita hanya sebatas mempercayai sepenuhnya tentang keberadaan kitab tersebut telah ada sebelum Al-Quran. Sedangkan terhadap Al-Quran kita wajib mempercayainya dan wajib mempelajarinya serta mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

Kesimpulan

Pengertian iman kepada kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Rasul yang berisi wahyu Allah agar disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.
Iman kepada kitab Allah termasuk rukun yang ketiga, adapun macam-macam kitab Allah yang wajib diimani ialah kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an. Fungsi iman kepada kitab Allah yaitu sebagai petunjuk atau pedoman manusia dan sebagai pembimping manusia ke jalan yang benar.
Berikut adalah pembahasan singkat mengenai “Pengertian, Dalil, Macam, dan Fungsi IMAN KEPADA KITAB ALLAH” semoga dapat membantu dan dapat bermanfaat. Jangan lupa share dengan tombol share yang sudah tersedia dan jika ingin mengambil referensi (copy paste) silakan tapi jangan lupa untuk menyematkan sumber link referensinya. Terimakasih.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "Pengertian, Dalil, Macam, dan Fungsi IMAN KEPADA KITAB ALLAH"