Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ciri-Ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku) Beserta Klasifikasi dan Manfaatnya

Konten [Tampil]
Ciri-Ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku) Beserta Klasifikasi dan Manfaatnya - Sama dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang sebagian besar hidup di tempat-tempat yang lembab. 

Tumbuhan paku adalah tumbuhan yang sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati, berkembang biak dengan spora (kormofita berspora), dan memiliki pembuluh angkut xilem (untuk mengangkut air dan unsur hara) dan floem (berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis).

Ciri-ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Ciri-ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku) sebagai berikut.
  1. Ukurannya bervariasi, ada yang 2cm (paku air, 5m (paku tiang) dan 15 m (paku purba)
  2. Bentuk : lembaran, perdu (pohon), seperti tanduk rusa
  3. Struktur dan fungsi : memiliki generasi yaitu sporofit dan gametofit

Ciri-ciri struktur generasi sporofit

  1. Merupakan generasi penghasil spora
  2. Umumnya sporofit tumbuhan paku memiliki akar, batang dan daun sejati
  3. Batang ada yang tumbuh tegak, ada yang di bawah tanah, yang disebut rizom
  4. Memiliki dua macam ukuran daun mikrofil (daun kecil yang seperti sisik) dan daun makrofil (daun besar)
  5. Memiliki dua daun, yaitu daun steril (tropofil) : daun yang tidak menghasilkan spora dan daun fertil (sporofil) : daun yang menghasilkan spora
  6. Pada daun fertil terdapat kotak spora (sporangium)
  7. Sporangium berkelompok membentuk sorus, yang dilindungi selaput indusium
  8. Pada paku berdaun kecil sporangium berupa strobilus di ujung cabang
  9. Generasi sporofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri yang memiliki ukuran lebih besar dan lebih dominan dibandingkan generasi gametofit

Ciri-ciri struktur generasi gametofit

  1. Merupakan generasi penghasil gamet
  2. Hanya berukuran beberapa milimeter saja
  3. Berbentuk seperti hati berupa lembaran, memiliki rizoid yang disebut protalus (protalium)
  4. Protalus ada yang tidak memiliki klorofil, untuk mendapatkan nutrisi bersimbiosis dengan jamur.
  5. Gametofit menghasilkan gamet : gamet jantan (anteridium) menghasilkan sperma berflagel dan gamet betina (anteridium) menghasilkan ovum
  6. Memiliki dua jenis gametofit, yaitu gametofit biseksual: jika dalam satu gametofit terdapat dua jenis gamet, merupakan paku homospora dan gametof dalam satu gametofit uniseksual: jika dalam satu gametofit hanya terdapat satu jenis gamet saja, merupakan paku heterospora.
  7. Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku terbagi menjadi 3, yaitu:
    1. Paku homospora (isospora) : paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora sama besar
    2. Paku heterospora: paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda ukurannya (makrospora/spora betina) dan mikrospora/spora jantan
    3. Paku peralihan: paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama dan sudah diketahui gamet jantan dan gamet betina. Contoh paku ekor kuda.
Cara hidup : fotoautotrof, artinya mengolah makanan sendiri dengan cara fotosintesis
Habitat : terestrial (darat), dan di air (contoh semanggi)
Reproduksi : terjadi secara seksual dan aseksual.
Perhatikan skema metagenesis tumbuhan paku di bawah ini
Metagenesis Tumbuhan Paku
Metagenesis Tumbuhan Paku
Metagenesis Tumbuhan Paku Heterospora
Metagenesis Tumbuhan Paku Heterospora


Klasifikasi Pteridophyta

Klasifikasi Pteridophyta (tumbuhan paku) terbagi menjadi 4 kelas, yaitu sebagai berikut :

a. Paku Purba (Psilopsida)

Tumbuhan Paku Purba
Tumbuhan Paku Purba
Ciri-ciri Psilopsida (paku purba) sebagai berikut.
  1. Spesiesnya hampir punah, tersisa 10-13 spesies
  2. Menghasilkan satu jenis spora (homospora)
  3. Gametofitnya tidak memiliki klorofil, nutrisi diperoleh dari simbiosis dengan jamur.
  4. Contohnya Rynia dan Psilotum

b. Paku Kawat (Lycopsida)

Tumbuhan Paku Kawat
Tumbuhan Paku Kawat
Ciri-ciri Lycopsida (paku kawat) sebagai berikut
  1. Jumlah lebih kurang 1000 spesies
  2. Menghasilkan dua jenis spora (heterospora)
  3. Sporangium terdapat pada strobilus yang berbentuk kerucut
  4. Gametofit tidak berklorofil
  5. Gametofit ada yang uniseksual dan biseksual
  6. Contohnya Selaginela dan Lycopodium

c. Paku Ekor Kuda (Spenopsida)

Tumbuhan Paku Ekor Kuda
Tumbuhan Paku Ekor Kuda
Ciri-ciri Spenopsida (paku ekor kuda) sebagai berikut
  1. Jumlah kurang lebih 15 spesies
  2. Habitat ditempat lembab daerah subtropis
  3. Disebut ekor kuda karena bentuk batang seperti ekor kuda
  4. Sporangium berupa strobilus
  5. Merupakan paku homospora
  6. Gametofit memiliki klorofil
  7. Gametofit biseksual
  8. Contohnya Equisetum

d. Paku Sejati (Pteriopsida)

Tumbuhan Paku Sejati
Tumbuhan Paku Sejati
Ciri-ciri Pteriopsida (paku sejati) sebagai berikut
  1. Jumlah paling banyak, kurang lebih 12.000 spesies
  2. Memiliki akar, batang, dan daun sejati
  3. Daun muda tumbuh menggulung (circinnatus)
  4. Contohnya semanggi (Marsilea crenata), suplir (Adiantum cuneatum)

Manfaat Pteriopsida

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan dalam kehidupan, antara lain
  1. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum (Suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung) dan Platycerium biforme (paku simbar menjangan)
  2. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas (Dryopteris) yang mampu mengobati cacingan.
  3. Sebagai bingkai dalam karangan bunga
  4. Sebagai pupuk hijau
  5. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi).
Demikian pembahasan mengenai Ciri-Ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku) Beserta Klasifikasi dan Manfaatnya semoga dapat bermanfaat. Terimakasih.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "Ciri-Ciri Pteridophyta (Tumbuhan Paku) Beserta Klasifikasi dan Manfaatnya"