Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jamur : Ciri, Struktur, Cara Hidup, Habitat, Reproduksi, dan Manfaatnya

Konten [Tampil]
Kali ini akan mempelajari salah satu kelompok makhluk hidup, yaitu kingdom Fungi atau dunia Jamur. Di sekitar tempat tinggal anda hidup berbagai jenis jamur. 

Bahkan tanpa disadari mungkin ada jamur yang hidup di tubuh anda. Beraneka jenis jamur pun dapat dikonsumsi contohnya jamur kuping dan jamur merang. Jamur jamur tersebut dapat dijadikan sop jamur atau beraneka ragam makanan yang enak. 

Selain itu jamur juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat. Selain dapat dimakan ada juga jamur yang tidak dapat dimakan, bahkan beracun. 

Dari contoh diatas dapat dikatakan bahwa ada jamur yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Jamur yang merugikan ini terutama adalah jamu-jamur yang menyerang manusia dan tumbuhan pertanian. 

Pernahkah anda melihat orang yang terkena panu atau kadas? Untuk lebih jelasnya marilah kita simak tentang jamur berikut ini.

Sifat-sifat Jamur pada Umumnya sebagai berikut

  1. Sebagai kelompok organisme eukariotik
  2. Tidak berpindah tempat (nonmotile)
  3. Bersifat uniseluler atau multiseluler
  4. Memiliki dinding sel dari glukan, mannan dan kitin
  5. Tidak berklorofil, sehingga tidak berfotosintesis dan hidupnya bersifat heterotrof
  6. Memperoleh nutrien dengan menyerap senyawa organik
  7. Berkembang biak secara seksual dan aseksual
  8. Hidup di tempat-tempat yang lembab, sedikit asam, dan tidak begitu memerlukan cahaya matahari
  9. Jamur hidup dari senyawa-senyawa organik yang diabsorbsi dari organisme lain
Ciri-ciri jamur meliputi struktur tubuh jamur, cara hidup dan habitatnya, cara mendapatkan makanan, dan cara reproduksinya. Untuk itu marilah kita pelajari uraian berikut ini :

Struktur Tubuh

Organiseme yang termasuk jamur bisa terdiri dari atas satu sel maupun terdiri dari banyak sel. Jamur yang bersel satu (uniseluler) misalnya adalah ragi (Saccharomyces cerevisiae). 

Sedangkan jamur yang tubuhnya bersel banyak (multiseluler) bisa berupa jamur mikroskopis maupun jamur makroskopis. Jamur mikroskopis adalah jamur yang tubuhnya sangat kecil contoh jamur mikroskopis multiseluler adalah Aspergillus sp. Dan Penicillium sp.

Di dalam sel jamur terdapat sitoplasma dan nukleus yang kecil. Jamur memiliki bentuk tubuh bervariasi, ada yang bulat, bulat telur, maupun memanjang. 

Pada jamur bersel banyak (multiseluler) banyak deretan sel yang membentuk benang disebut hifa. Pada jamur yang sifat hidupnya parasit, hifa mengalami modifikasi disebut haustoria. 

Haustoria merupakan organ untuk menyerap makanan dari subtrat tempat hidup jamur, dan organ ini memiliki kemampuan untuk menembus jaringan substrat.

Beberapa jaringan hifa akan membentuk miselium. Miselium merupakan tempat pembentukan spora dan juga sebagai alat reproduksi serta alat untuk mendapatkan makanan. 

Hifa juga bisa membentuk struktur yang disebut badan buah. Badan buah merupakan kumpulan hifa yang muncul dari tanah atau kayu yang lapuk. Badan buah dijumpai pada kelompok jamur tertentu. 

Berdasarkan ada tidaknya sekat atau septa dikenal adanya hifa aseptat (hifa tanpa septa), hifa septat uninukleus (hifa bersepta dan berinti tunggal), dan hifa septat multinukleus (hifa bersepta dan berinti banyak)

Cara Hidup Dan Habitat Jamur

Cara hidup jamur bervariasi. Ada yang hidup secara soliter dan ada yang hidup berkelompok (membentuk koloni). Pada umumnya jamur hidup secara berkelompok atau berkoloni, karena hifa dari jamur tersebut saling bersambungan atau berhubungan. 

Cara hidup ini dijumpai misalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae), jamur roti (Mucor mucedo), dan Aspergillus flavus. Berbagai jamur hidup di tempat basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. 

Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut dan air tawar. Jamur juga dapat hidup dilingkungan asam, misalnya pada buah yang asam, atau pada lingkungan dengan konsentrasi gula yang tinggi, misalnya pada selai. 

Bahkan jamur yang bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrem di mana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun, gunung salju, dan di kutub. Jenis jamur lainnya juga dijumpai hidup pada tubuh organisme lain, baik secara parasit maupun simbiosis.

Cara Memperoleh Makanan

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
  1. Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS)
  2. Parasit fakultatif adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
  3. Saprofit merupakan jamur pelapuk dan mengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluarkan enzim hidrolase pada subtrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu hifa dapat juga langsung menyerap bahan-bahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.

Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).
  1. Reproduksi secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi ada pula yang multiseluler. Apabil kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkembang dan tumbuh menjadi jamur dewasa.
  2. Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya Singami, yaitu persatuan sel dari dua individu

Peranan jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagi berikut :
  1. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi
  2. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom
  3. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir
  4. Panicillium notatum berguna sebagai bahan penghasil antibiotik
  5. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer
Disamping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur yang mempunyai peranan merugikan antara lain sebagai berikut
  1. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai
  2. Phythophtora infestan menyebabkan penyakit pada daun tenaman kentang
  3. Saprolegnia merupakan parasit pada tubuh organisme air
  4. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian
  5. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia
  6. Candida sp. Penyebab keputihan dan sariawan pada manusia
Demikian adalah artikel mengenai Jamur yang membahas ciri-ciri dari jamur, cara hidupnya dan tempat hidupnya (habitat), cara reproduksi dan peranan jamur yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "Jamur : Ciri, Struktur, Cara Hidup, Habitat, Reproduksi, dan Manfaatnya"